Saturday, February 2, 2013

Ayo kita berdoa disaat hujan...



Di akhir tahun 2012 dan di awal tahun 2013, kita selalu ditemani dengan hujan. Intensitas hujan yang dibilang cukup sering mengguyur bumi ini tidak mengingat waktunya, pagi, siang, sore dan malam, atau bahkan bisa seharian. Dan tidak dipungkiri juga, pasti hampir sebagian orang merasa terganggu dengan datangnya hujan ini. Mungkin yang mau jalan-jalan jadinya batal atau ingin melaksanakan suatu kegiatan menjadi malas karena hujan..
Padahal Suri Tauladan kita, Rosululloh SAW pernah bersabda, bahwa waktu mustajab untuk berdoa atau waktu berdoa yang tidak akan ditolak doa nya adalah ketika hujan. Beliau bersabda :

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan, ”Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallambersabda,
اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ
“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.”

Begitu juga terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ
“Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.”

Itulah yang Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ucapkan ketika melihat turunnya hujan. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,
إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً
”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”.

Nah, karena sudah ada hadist dari Rosululloh langsung, jadi kalau hujan turun jadi bersedih yaa, mari kita manfaatkan waktu hujan itu untuk berdoa dan bermunajat kepada Alloh. Mungkin saja ada hal atau keinginan kita yang belum tercapai, jadi tidak ada salahnya jika kita memohon di kesempatan emas itu. Semoga dengan turunnya hujan itu membuat kita semakin bersyukur, dan bukan mengeluh. Jangan sia-siakan kesempatan ini untuk meminta segala kebaikan untuk kita dan orang-orang sekitar. Oke !!! 



Saturday, September 15, 2012

Kontes muslimah untuk siapa ?



Bagi kita kaum muslimin tentu tahu kewajiban kita masing-masing. Mulai dari Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat, dan Ibadah Haji, dan lain-lain. Salah satu dari kewajiban yang harus dilakukan adalah menutup aurat bagi para muslimah. Kewajiban menutup aurat tertuang dalam QS. Annuur : 31 dan QS. Al Ahzab : 59. Pada ayat-ayat tersebut, Allah SWT sudah tegas menjelaskan kewajiban para muslimah untuk memakai jilbab. Tutup aurat sesuai dengan Syariat Islam!.

Di tengah semangat para muslimah menutup aurat, marak kontes kecantikan khusus muslimah. Seperti Hijab Hunt 2012 yang diselenggarakan sebuah portal berita ternama bekerjasama dengan beberapa kosmetik dan desainer. Lalu World Muslimah Beauty 2012 yang akan dihelat 9-16 September ini di Jakarta.

Pemilihan duta muslimah tersebut digelar bersamaan dengan pertemuan para pengusaha bisnis syariah dunia bertajuk The 3rd Muslim World Biz 2012, yang akan dihadiri oleh delegasi negara anggota Organisasi Konferensi Islam serta para pelaku bisnis syariah dunia, pada 12-16 September di Jakarta.

Pada waktu bersamaan, Majalah Aulia mengupas edisi khusus jilbab (kerudung/busana muslimah), pembahasan dari sisi fikih (syarat busana muslimah), motivasi berbusana muslimah, lifestyle dan kritik terhadap penggunaan busana muslimah yang tidak memenuhi syarat fiqhiyah.

Kontes kecantikan muslimah bertujuan mencari ikon untuk dunia fashion muslimah. Pastinya tidak beda dengan kontes kecantikan pada umumnya, yang menjadi pemenang akan menjadi foto model, peragawati atau bintang iklan produk-produk muslimah seperti busana atau kosmetik. Si pemenang bak menjadi selebritis.

Fenomena menutup aurat di kalangan muslimah dijadikan ajang bisnis industri fashion yang memang menggiurkan. Kontes ini juga menguatkan opini yang selama ini dijadikan motto kalangan hijaber; "menutup aurat tapi tetap modis dan fashionable". Akhirnya para muslimah juga cenderung konsumtif, karena berburu busana muslimah keluaran terbaru, yang up to date dan branded keluaran desainer/butik-butik ternama. Seolah menjadi modis dan trendy adalah kewajiban agar dikatakan tidak ketinggalan trend mode.

Relakah para muslimah jika dirimu dijadikan korban budak mode oleh musuh Islam, yang bisa menghancurkan agamamu dengan mengatasnamakan fashion?

Para muslimah harusnya menyadari bahwa mereka telah dieksploitasi oleh industri fashion, sehingga merasa wajib modis dan trendy. Menutup aurat yang paling utama adalah syarí. Sementara busana muslimah yang dijajakan industri fashion saat ini banyak yang tidak syarí. Berbusana muslimah tak hanya karena trend tapi mengerti hukum fikihnya, bagaimana pengertian jilbab dan kerudung yang sesungguhnya sesuai syariah?

Wallâhu a'lam bish-shawâb.


Sumber : arrahmah.com

Friday, September 14, 2012

Siti Asiyah, Wanita Sholehah Pemberani


Ada seorang Siti Asiyah, istri Fir'aun, betapa keteguhan hati dan keimanan yang mendalam terlihat dari dirinya. Seperti yang dikisahkan Al-Qur'an, Fir'aun adalah seorang raja yang dzalim. Ia selalu bertindak sewenang-wenang, membunuh setiap bayi laki-laki Bani Israil, memperbudak anak laki-laki Bani Israil, bahkan menganggap dirinya tuhan yang paling tinggi.

Namu istrinya adalah seorang wanita sholehah. Ia begitu tertarik bayi Musa yang ia temukan di tepian Sungai Nil. Ia pun membujuk Fir'aun untuk merawat, mendidik dan membesarkan Musa, padahal Fir'aun sendiri ingin membunuh bayi itu karena ia khawatir bayi itu akan membinasakannya kelak di kemudian hari.

Namun, seiring dengan pertumbuhan Nabi Musa as. dalam pengasuhan istri Fir'aun dan penyusuan ibunya sendiri, terjadilah perubahan mendasar pada diri istri Fir'aun. Perubahan itu dipengaruhi oleh perkembangan dakwah Nabi Musa dan kedzaliman yang dilakukan oleh Fir'aun yang semakin meningkat. Ia semakin mantap dengan keimanan yang ia miliki meskipun godaan kekafiran mengelilinginya.

Akhirnya, Fir'aun mengetahui keimanan yang disembunyikan oleh istrinya. Ia sangat murka, maka ia memerintahkan para pengawalnya untuk menghukum dan menyiksanya. Mereka menyiksanya dengan berbagai macam siksaan. Fir'aun menghardik : "Tinggalkan keimananmu". Namu Asiyah tetap tidak mau meninggalkan keimanannya. Fir'aun memanggil para tentaranya mereka memukuli Asiyah. Fir'aun membentak kembali : "Keluarlah dari agamamu!". Asiyah berkata : " Engkau dapat menguasai tubuhku namu hatiku tetap untuk Tuhanku, sekalipun engkau potong-potong tubuhku, bahkan cintaku kepada-Nya malah bertambah."

Saat itu Nabi Musa lewat didepan Asiyah dan Asiyah berkata : "Wahai Musa, ceritakanlah kepadaku apakah Tuhan ridho atau murka kepadaku?". Musa menjawab : "Wahai Asiyah, para malaikat sedang merindukan dan menanti kehadiranmu, mintalah apa yang engkau inginkan, niscaya akan dipenuhi". Asiyah berdoa dan memohon kepada Alloh (sebagaimana yang tersebut dalam Al-Qur'an, Surat At-Tahriim ayat 11 : "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim." (QS.At-Tahriim : 11)

Salman ra. berkata, "Asiyah disiksa dibawah terik matahari. Ketika para penyiksa meninggalkannya malaikat menaunginya dengan sayapnya dan ia melihat rumahnya di surga."

Contoh ini selayaknya dijadikan motivasi oleh wanita yang hidup di zaman sekarang yang serba mudah dan hak-hak perempuan sudah sedemikian baik diakui oleh publik.

Alloh berfirman :

Dan Alloh membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: 
"Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim." (QS.At-Tahriim : 11)

Dikisahkan dalam kitab Mukatsatul Qulub karya Imam Al-Ghazali.

Wednesday, September 5, 2012

Sajadah Yang Merindu Dua Raka'atmu




DI SUDUT tempat sujud itu, terdengar sayup isak tangis. Ku dekati suara itu yang tak lain adalah isak tangis sajadahku.

Ku tanya padanya, “Ada apa denganmu?!”

Dalam temaram ruangan, dia menjawab pelan sambil menyeka airmatanya. Jawabnya,Dulu sebelum kau mengisi kajian, kau sempatkan DUA RAKA’AT dengan harapan mendapat kelancaran. Tapi kini, kau lebih sibuk memikirkan presentasi, menghafal syair atau merangkai lelucon ringan sebagi persiapan.Dulu sebelum kau menulis novel atau kitab, kau sempatkan DUA RAKA’AT dengan harapan mengalirnya inspirasi yang dahsyat. Tapi kini, kau lebih sibuk merangkai retorika atau kata puitis melankolis, mengejar deadline atau hanya sekedar untuk mendapat keartisan sesaat.Dulu di saat Dhuha, kau sempatkan DUA RAKA’AT dengan harapan lancarnya segala urusan di hari itu. 

Tapi kini, kau belajar dan bekerja tak kenal waktu, seolah lupa DIA lah yang selama ini memberimu rizqi dan ilmu.Dulu di 1/3 malam, minimal, kau sempatkan DUA RAKA’AT dengan harapan bisa bermuhasabah dan memohon padaNya. Tapi kini, dengan alasan sudah penat dan kelelahan, kau panjangkan tidur tak sempat berduaan dengan-Nya.Dulu sebelum syuro’, kau sempatkan DUA RAKA’AT dengan harapan lancar dan tuntasnya agenda da’wah. Tapi kini, kau lebih memilih datang telat atau bahkan izin dengan alasan mengejar Ma’isyah atau mungkin Aisyah. (Astaghfirullah wa na’udzubillah)Apa kini kau lupa atau terlena?Kembalilah seperti dulu, pribadi yang islami yang tersibghoh (tercelup) warna Illahi. Berazzam membina generasi Rabbani, melestarikan budaya Qur’ani yang tak pernah membiarkan cahaya Da’wah ini mati terhempas urusan duniawi.


Aku Rindu Masa Itu. Aku Rindu Airmata Sujudmu. Aku Rindu Dua Raka’atmu!!!

Sumber : Era Muslim - Media Islam Rujukan.

Sunday, August 26, 2012

Ini Bukanlah Akhir !

Musibah yang menimpa Anda bukanlah akhir kehidupan Anda. Masih ada hari ini yang harus Anda jalani dan hari esok yang harus Anda hadapi. Tegarlah menghadapi kesulitan hidup, maka Anda akan mendapatkan kemenangan besar pada waktunya. Dan sadarilah bahwa segala sesuatu sudah ada dalam ketetapan-Nya di Lauh Mahfudz, maka ia akan menjadi obat paling manjur bagi setiap penderitaan Anda. Jadikanlah musibah ini sebagai cambuk Anda untuk menjadi sosok yang lebih baik.

"Hasbunalloh wa ni'mal wakiil.. Ni'mal maulaa wa ni'mannasiir"