Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Thursday, August 15, 2013

Doa Penghilang Gundah dan Cemas


"Ya Alloh, aku adalah hamba-Mu putra hamba-Mu putra hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku berada ditangan-Mu, ketetapan-Mu pasti berlaku atas diriku, keputusan-Mu pasti adil bagiku...

Aku meminta kepada-Mu dengan perantaraan setiap nama yang Engkau miliki dan Engkau namai diri-Mu dengan nama tersebut, atau (setiap nama-Mu yang) Engkau ajarkan kepada salah seorang makhluk-Mu, atau (setiap nama-Mu yang) Engkau turunkan dalam kitab suci-Mu, atau Engkau simpan sendiri dalam ilmu ghoib di sisi-Mu...

(Aku meminta kepada-Mu) jadikanlah Al-Qur'an sebagai taman hatiku, cahaya dadaku, pengusir kesedihanku dan penghilang kegundahanku. "

Saturday, July 20, 2013

Bersemilah Ramadhan

Musim semi merupakan musim dimana suasana akan tampak indah dan menawan. Bunga-bunga bermekaran harum mewangi, buah-buahan tampak ranum menguning, burung-burung akan berkicau riuh menyambut datangnya musim semi. Hati pun akan bahagia menyambut datangnya musim semi. Bagaimana dengan kita, apakah kita akan diam saja menyambut datangnya musim semi ibadah kita?
Ramadhan merupakan musim semi ibadah kita. Pada waktu yang sebentar itu akan dibelenggulah setan, diturunkan banyak sekali rahmat dari Yang Maha Pengasih, dan Allah akan melipatgandakan pahala untuk hamba-Nya serta mengampuni dosa-dosa. Pada bulan itu pintu surga dibuka lebar-lebar sedangkan pintu neraka ditutup rapat-rapat.
Nabi Shallāllāhu‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ
“Ketika datang Ramadhan, dibukalah pintu surga dan ditutuplah pintu neraka serta dibelenggulah setan” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dibukanya pintu surga karena banyaknya pintu-pintu kebaikan dan banyaknya amal ibadah yang dilakukan, dan ditutuplah pintu neraka karena sedikitnya perbuatan maksiat yang dilakukan.
Ramadhan, Bulan Istimewa
Keistimewaan bulan Ramadhan yang paling utama adalah bahwa pada bulan ini diturunkan al-Qur’an sebagai petunjuk yang menerangi jalan hidup manusia. Allah ta‘ālā berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan ramadhan, bulan yang diturunkan di dalamnya al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan pejelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)…” (Qs. Al-Baqarah: 185).
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa Allah ta‘ālā memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya, karena Allah telah memilih bulan ini untuk menurunkan al-Qur’an. Sebagaimana Allah telah menurunkan kitab-kitab-Nya yang lain kepada para nabi di bulan Ramadhan.

Keistimewaan yang lain di bulan Ramadhan adalah adanya malam Lailatul Qadr. Malam Lailatul Qadr adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yang hanya terdapat di sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Allah ta‘ālā berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١)وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢)لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣)
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Qur’an) pada lailatul qadr (malam kemuliaan). Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan” (Qs. Al-Qadr:1-3)
Malam tersebut adalah malam yang sangat mulia. Pahala akan dilipatgandakan, doa-doa yang dipanjatkan akan dikabulkan.
Bulan Ramadhan, Hanya Sebentar Saja
Ada suatu ungkapan, ‘Masa yang paling jauh adalah masa lalu, karena ia tidak akan kembali. Sedangkan masa yang paling dekat adalah yang akan segera datang’. Masa depan yang akan segera datang itu pun akan segera berlalu dengan berputarnya bumi ini pada porosnya. Begitu juga dengan Ramadhan, dia datang sngan segera dan itu berarti dia akan segera berlalu juga.
Allah ta‘ālā berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣)أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan terhadap orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. Hari-hari yang berbilang…” (Qs. Al-Baqarah: 183-184).
Setelah menjelaskan kewajiban untuk berpuasa Allah ta‘ālā menjelaskan jumlah hari yang diwajibkan untuk berpuasa. Bukan setiap hari, karena hal tersebut sangat berat untuk jiwa dan melemahkan badan. Akan tetapi hanya pada hari-hari yang berbilang saja, hanya sebentar saja. Sebentar dalam kesabaran untuk mendapatkan kemenangan dan kebahagiaan.
Saudariku…Allah tidak menghendaki kesusahan dengan memerintahkan hamba-Nya untuk berpuasa. Allah ta‘ālā berfirman,
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
“Allah menginginkan kemudahan dan tidak menginginkan kesusahan” (Qs. Al-Baqarah: 185).
Puasa bukanlah keletihan, tetapi puasa adalah kenikmatan penghambaan kepada Allahta‘ālā. Ramadhan tidak akan berlangsung lama, hanya satu bulan saja. Sungguh sayang bila bulan itu berlalu begitu saja, sedangkan kita tidak mendapatkan satupun bingkisan yang dibagi-bagikan pada bulan itu. Maka bersegeralah menuju kebaikan itu.
Bulan Ramadhan, Bulan Ibadah
Ibadah adalah semua hal yang dicintai oleh Allah serta diridhai-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang lahir maupun yang batin. Ibadah meliputi ibadahzhāhir yang berupa amalan-amalan zhāhir seperti shalat, membaca al-Qur’an bersedekah dan lainnya, sedangkan ibadah batin yaitu amalan-amalan yang berkaitan dengan hati, seperti rasa takut, harap, dan cinta kepada Allah.Bulan Ramadhan merupakan suatu kesempatan untuk kita meningkatkan kualitas ibadah kita. Baik ibadah yang bersifatzhāhir maupun batin.
Bulan Ramadhan, Bulan Bersedekah
‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallāhu‘anhuma berkata, “Rasulullah Shallāllāhu ‘alaihi wa sallamadalah manusia yang paling dermawan, beliau lebih dermawan lagi ketika Ramadhan, ketika Jibril menjumpainya setiap malam pada bulan Ramadhan, lalu beliau Shallāllāhu ‘alaihi wa sallam mengulang Al-Qur’an dengannya.” ‘Abdullah bin ‘Abbas berkata, “Rasulullah Shallāllāhu ‘alaihi wa sallam tatkala ditemui oleh Jibril lebih dermawan dari angin lepas.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bulan Ramadhan, Bulan al-Qur’an
Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia dengan berbagai keutamaannya. Al-Qur’an adalah kitab mulia yang diturunkan di bulan tersebut. Rasulullah Shallāllāhu ‘alaihi wa sallam mengulang hafalan beliau kepada Jibril, satu kali khatam setiap malam Ramadhan, begitu juga dengan para sahabat dan para pengikutnya.
Allah ta‘ālā berfirman, yang artinya,
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (٢٩)لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (٣٠)
“Sesungguhnya orang-orang yang membaca kitab Allah, mendirikan shalat dan berinfaq dari apa yang Kami anugerahkan kepada mereka secara diam-diam dan terang-terangan, mengharapkan perdagangan yang tidak pernah merugi, untuk memenuhi ganjaran mereka dan menambah keutamaanNya untuk mereka, sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Bersyukur” (Q.S. Fathir: 29-30).
Membaca Al-Qur’an terbagi dua. Pertama, membaca secara makna, yaitu dengan membenarkan semua yang dikabarkan di dalamnya dan menunaikan semua perintah yang terkandung di dalamnya. Kedua, membaca secara lafaz yaitu dengan membacanya (mengucapkan dengan lisannya). Keutamaan amalan membaca al-Qur’an ini telah banyak diterangkan dalam nash, salah satunya adalah dari ‘Aisyah radhiyaallāhu‘anhā, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
“Orang yang mahir membaca Al-Qur`an, maka kedudukannya di akhirat bersama para malaikat yang mulia lagi baik. Sementara orang yang membaca Al-Qur`an dengan tertatah-tatah dan dia sulit dalam membacanya, maka dia mendapatkan dua pahala.”(HR. Muslim no. 798)
Bulan Ramadhan, Bulan Perjuangan
Manusia terbagi ke dalam tiga golongan, orang yang dikalahkan oleh hawa nafsunya, orang yang berjuang melawan hawa nafsunya, dan orang yang dikalahkan oleh hawa nafsunya.Dari Abu Hurairah radhiyallāhu‘anhu bahwa Rasulullah Shallāllāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Neraka dikelilingi dengan syahwat (hal-hal yang menyenangkan nafsu), sedang surga dikelilingi hal-hal yang tidak disenangi (nafsu).”
Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berjuang melawan hawa nafsu dengan membiasakan diri dengan amalan shalih dan berusaha membersihkan jiwa dari penyakit hawa nafsu. Pada siang hari melakukan ketaatan dengan puasa dan pada malam hari melakukan ketaatan dengan melakukan shalat sunnah tarawih. Dengan demikian hawa nafsu itu akan lebih mudah untuk ditundukkan.
Luruskan Niat
Sebuah hadits yang mulia yang datang dari Rasulullah Shallāllāhu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda
إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Segala amal itu bergantung pada niatnya dan setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya….” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ketika sudah berletih-letih dalam beramal, sungguh sayang jika semuanya harus musnah dan hanya menyisakan keletihan saja karena niat yang tidak ikhlas.
Rasulullah Shallāllāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa yang berpuasa dengan iman dan mengharapkan (pahala dari Allah), maka diampunkan baginya dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim).
Maka tiada pendorong bagi kita untuk melaksanakan puasa dan seluruh amalan kebaikan di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya kecuali ikhlas hanya untuk Allah ta‘ālāsemata.
Saudariku… siapkan bekal yang cukup, selagi masih ada waktu. Mari kita manfaatkan musim semi ini untuk menanam benih-benih bunga dan buah keimanan dan ibadah, hingga nanti kita akan menikmati manisnya hasil panen ibadah kita. Marhaban ya Ramadhan…
Wahai engkau yang tidak cukup melakukan dosa pada bulan Rajab…
Lalu engkau sambung kembali pada bulan Sya’ban…
Telah datang bulan puasa kepadamu setelah keduanya…
Janganlah engkau jadikan lagi bulan itu bulan dosa…
Bacalah al-Qur’an dan bersungguh-sungguhlah dalam bertasbih…
Karena bulan itu bulan al-Qur’an dan tasbih…
Berapa banyak yang engkau kenal mereka berpuasa di masa terdahulu…
Di antara keluarga, tetangga, dan saudara…
Kematian itu telah memusnahkan mereka dan menyisakan dirimu…
Betapa dekatnya yang sekarang dengan yang terdahulu…
***
Sumber : Muslimah.Or.Id

Tuesday, March 12, 2013

Wanita



Assalamu'alaikum... :)

Ketika Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam.
Malaikat datang dan bertanya,"Mengapa begitu lama, Tuhan?"
Tuhan menjawab:
"Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?"
Tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan… , dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini "
Malaikat itu takjub.
"Hanya dengan dua tangan?….impossible!"
Dan itu model standard?!
"Sudahlah TUHAN, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya".
"Oh.. Tidak, SAYA akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit SAYA".
"O yah… Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari".
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita-ciptaan TUHAN itu.
"Sudahlah TUHAN, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya".
"Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?"

"Yah.. SAYA membuatnya lembut. Tapi ENGKAU belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa."
"Dia bisa berpikir?", tanya malaikat.
Tuhan menjawab:
"Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi."
Malaikat itu menyentuh dagunya….
"TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya."
"Itu bukan lelah atau rapuh….itu air mata", koreksi TUHAN
"Untuk apa?", tanya malaikat
TUHAN melanjutkan:
"Air mata adalah salah satu cara dia mengekspressikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggaan."
"Luar biasa, ENGKAU jenius TUHAN" kata malaikat.
"ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, wanita- ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!"


Ya mestii…!
Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki.
Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.
Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.
Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.
Dia berkorban demi orang yang dicintainya.
Mampu berdiri melawan ketidakadilan.
Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik.
Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.
Cintanya tanpa syarat.
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.
Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa .
Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.
Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian.
Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.
Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.
Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita:
"DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA"

Monday, March 11, 2013

Tentang Sabar




Assalamu'alaikum... :)


" Jika Alloh menahanmu untuk mendapatkan sesuatu, itu bukanlah karena Dia bakhil, khawatir kehilangan perbendaharaan-Nya, atau menyembunyikan hakmu. 

Akan tetapi, karena Dia ingin engkau kembali kepada-Nya, sebab Dia ingin memuliakanmu dengan tunduk pasrah kepada-Nya, menjadikanmu kaya dengan faqir kepada-Nya, memaksamu untuk bersimpuh di hadapan-Nya, menjadikanmu dapat merasakan manisnya ketundukan dan kefaqiran kepada-Nya setelah merasakan pahitnya terhalang dari sesuatu. 

Bila sampai sekarang engkau rasakan bebanmu semakin berat, itu bukan karena Dia menyiksamu dan menginginkan kehancuranmu. 

Akan tetapi, Dia bermaksud memakaikan perhiasan ubudiyyah kepadamu dan menempatkanmu di kedudukan yang tinggi. 

Bila Alloh baru saja mencopot kedudukanmu, itu bukan karena Dia membencimu, tapi agar engkau bisa menyaksikan hikmah-Nya dan qudroh-Nya, rahmat dan keperkasaan-Nya, dan kelembutan dalam  paksaan-Nya. "  


(Abu Firly Bassam Taqiy)

Monday, March 4, 2013

Wanita Berakhlak Mulia - Amanah



Assalamu'alaikum :)

Amanah merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki wanita jika ingin dirindukan oleh surga.

Sikap amanah adalah perilaku yang mengedepankan tanggung jawab diatas kepentingan diri sendiri. Jika ia sebagai seorang istri, ia diamanati untuk menjaga rumah dan mendidik anak-anaknya ke jalan yang benar. Menjaga rumah dalam arti menjaga harta suaminya. Istri sholehah harus bertindak sebagai "pagar penjaga tanaman bukan pagar memakan tanaman".

Alangkah indahnya hidup dalam suasana penuh amanah. Suami akan tentram meninggalkan rumah. Sebaliknya isteri pun akan merasa tentram karena tidak ada hal yang perlu dirisaukan oleh suaminya. Sikap amanah akan menentramkan jiwa dan membuat rumah tangga penuh sinergi. Isteri sholehah tidak akan menggunakan harta suaminya atau membelanjakannya tanpa seizin suaminya. Ia akan menjaganya sebagai suatu amanah yang dititipkan kepadanya. 

Rosululloh bersabda, yang artinya :
"Maukah aku beritahu tentang sebaik-baik harta simpanan yang dimiliki oleh sesorang? yaitu wanita sholehah, yang jika suaminya memandangnya akan menyenangkan hatinya, jika suami memerintahnya ia menaatinya, dan jika suaminya pergi, maka wanita itu akan menjaganya."
 (HR. Abu Daud dari Ibnu Abbas)

Arti menjaga pada hadist ini meliputi menjaga kehormatan diri dan suaminya, menjaga hartanya, serta menjaga amanah yang diberikan oleh suaminya.


Semoga bermanfaat ya Ukh..

Saturday, February 2, 2013

Ayo kita berdoa disaat hujan...



Di akhir tahun 2012 dan di awal tahun 2013, kita selalu ditemani dengan hujan. Intensitas hujan yang dibilang cukup sering mengguyur bumi ini tidak mengingat waktunya, pagi, siang, sore dan malam, atau bahkan bisa seharian. Dan tidak dipungkiri juga, pasti hampir sebagian orang merasa terganggu dengan datangnya hujan ini. Mungkin yang mau jalan-jalan jadinya batal atau ingin melaksanakan suatu kegiatan menjadi malas karena hujan..
Padahal Suri Tauladan kita, Rosululloh SAW pernah bersabda, bahwa waktu mustajab untuk berdoa atau waktu berdoa yang tidak akan ditolak doa nya adalah ketika hujan. Beliau bersabda :

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan, ”Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallambersabda,
اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ
“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.”

Begitu juga terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ
“Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.”

Itulah yang Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ucapkan ketika melihat turunnya hujan. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,
إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً
”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”.

Nah, karena sudah ada hadist dari Rosululloh langsung, jadi kalau hujan turun jadi bersedih yaa, mari kita manfaatkan waktu hujan itu untuk berdoa dan bermunajat kepada Alloh. Mungkin saja ada hal atau keinginan kita yang belum tercapai, jadi tidak ada salahnya jika kita memohon di kesempatan emas itu. Semoga dengan turunnya hujan itu membuat kita semakin bersyukur, dan bukan mengeluh. Jangan sia-siakan kesempatan ini untuk meminta segala kebaikan untuk kita dan orang-orang sekitar. Oke !!! 



Saturday, September 15, 2012

Kontes muslimah untuk siapa ?



Bagi kita kaum muslimin tentu tahu kewajiban kita masing-masing. Mulai dari Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat, dan Ibadah Haji, dan lain-lain. Salah satu dari kewajiban yang harus dilakukan adalah menutup aurat bagi para muslimah. Kewajiban menutup aurat tertuang dalam QS. Annuur : 31 dan QS. Al Ahzab : 59. Pada ayat-ayat tersebut, Allah SWT sudah tegas menjelaskan kewajiban para muslimah untuk memakai jilbab. Tutup aurat sesuai dengan Syariat Islam!.

Di tengah semangat para muslimah menutup aurat, marak kontes kecantikan khusus muslimah. Seperti Hijab Hunt 2012 yang diselenggarakan sebuah portal berita ternama bekerjasama dengan beberapa kosmetik dan desainer. Lalu World Muslimah Beauty 2012 yang akan dihelat 9-16 September ini di Jakarta.

Pemilihan duta muslimah tersebut digelar bersamaan dengan pertemuan para pengusaha bisnis syariah dunia bertajuk The 3rd Muslim World Biz 2012, yang akan dihadiri oleh delegasi negara anggota Organisasi Konferensi Islam serta para pelaku bisnis syariah dunia, pada 12-16 September di Jakarta.

Pada waktu bersamaan, Majalah Aulia mengupas edisi khusus jilbab (kerudung/busana muslimah), pembahasan dari sisi fikih (syarat busana muslimah), motivasi berbusana muslimah, lifestyle dan kritik terhadap penggunaan busana muslimah yang tidak memenuhi syarat fiqhiyah.

Kontes kecantikan muslimah bertujuan mencari ikon untuk dunia fashion muslimah. Pastinya tidak beda dengan kontes kecantikan pada umumnya, yang menjadi pemenang akan menjadi foto model, peragawati atau bintang iklan produk-produk muslimah seperti busana atau kosmetik. Si pemenang bak menjadi selebritis.

Fenomena menutup aurat di kalangan muslimah dijadikan ajang bisnis industri fashion yang memang menggiurkan. Kontes ini juga menguatkan opini yang selama ini dijadikan motto kalangan hijaber; "menutup aurat tapi tetap modis dan fashionable". Akhirnya para muslimah juga cenderung konsumtif, karena berburu busana muslimah keluaran terbaru, yang up to date dan branded keluaran desainer/butik-butik ternama. Seolah menjadi modis dan trendy adalah kewajiban agar dikatakan tidak ketinggalan trend mode.

Relakah para muslimah jika dirimu dijadikan korban budak mode oleh musuh Islam, yang bisa menghancurkan agamamu dengan mengatasnamakan fashion?

Para muslimah harusnya menyadari bahwa mereka telah dieksploitasi oleh industri fashion, sehingga merasa wajib modis dan trendy. Menutup aurat yang paling utama adalah syarí. Sementara busana muslimah yang dijajakan industri fashion saat ini banyak yang tidak syarí. Berbusana muslimah tak hanya karena trend tapi mengerti hukum fikihnya, bagaimana pengertian jilbab dan kerudung yang sesungguhnya sesuai syariah?

Wallâhu a'lam bish-shawâb.


Sumber : arrahmah.com

Friday, September 14, 2012

Siti Asiyah, Wanita Sholehah Pemberani


Ada seorang Siti Asiyah, istri Fir'aun, betapa keteguhan hati dan keimanan yang mendalam terlihat dari dirinya. Seperti yang dikisahkan Al-Qur'an, Fir'aun adalah seorang raja yang dzalim. Ia selalu bertindak sewenang-wenang, membunuh setiap bayi laki-laki Bani Israil, memperbudak anak laki-laki Bani Israil, bahkan menganggap dirinya tuhan yang paling tinggi.

Namu istrinya adalah seorang wanita sholehah. Ia begitu tertarik bayi Musa yang ia temukan di tepian Sungai Nil. Ia pun membujuk Fir'aun untuk merawat, mendidik dan membesarkan Musa, padahal Fir'aun sendiri ingin membunuh bayi itu karena ia khawatir bayi itu akan membinasakannya kelak di kemudian hari.

Namun, seiring dengan pertumbuhan Nabi Musa as. dalam pengasuhan istri Fir'aun dan penyusuan ibunya sendiri, terjadilah perubahan mendasar pada diri istri Fir'aun. Perubahan itu dipengaruhi oleh perkembangan dakwah Nabi Musa dan kedzaliman yang dilakukan oleh Fir'aun yang semakin meningkat. Ia semakin mantap dengan keimanan yang ia miliki meskipun godaan kekafiran mengelilinginya.

Akhirnya, Fir'aun mengetahui keimanan yang disembunyikan oleh istrinya. Ia sangat murka, maka ia memerintahkan para pengawalnya untuk menghukum dan menyiksanya. Mereka menyiksanya dengan berbagai macam siksaan. Fir'aun menghardik : "Tinggalkan keimananmu". Namu Asiyah tetap tidak mau meninggalkan keimanannya. Fir'aun memanggil para tentaranya mereka memukuli Asiyah. Fir'aun membentak kembali : "Keluarlah dari agamamu!". Asiyah berkata : " Engkau dapat menguasai tubuhku namu hatiku tetap untuk Tuhanku, sekalipun engkau potong-potong tubuhku, bahkan cintaku kepada-Nya malah bertambah."

Saat itu Nabi Musa lewat didepan Asiyah dan Asiyah berkata : "Wahai Musa, ceritakanlah kepadaku apakah Tuhan ridho atau murka kepadaku?". Musa menjawab : "Wahai Asiyah, para malaikat sedang merindukan dan menanti kehadiranmu, mintalah apa yang engkau inginkan, niscaya akan dipenuhi". Asiyah berdoa dan memohon kepada Alloh (sebagaimana yang tersebut dalam Al-Qur'an, Surat At-Tahriim ayat 11 : "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim." (QS.At-Tahriim : 11)

Salman ra. berkata, "Asiyah disiksa dibawah terik matahari. Ketika para penyiksa meninggalkannya malaikat menaunginya dengan sayapnya dan ia melihat rumahnya di surga."

Contoh ini selayaknya dijadikan motivasi oleh wanita yang hidup di zaman sekarang yang serba mudah dan hak-hak perempuan sudah sedemikian baik diakui oleh publik.

Alloh berfirman :

Dan Alloh membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: 
"Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim." (QS.At-Tahriim : 11)

Dikisahkan dalam kitab Mukatsatul Qulub karya Imam Al-Ghazali.

Wednesday, September 5, 2012

Sajadah Yang Merindu Dua Raka'atmu




DI SUDUT tempat sujud itu, terdengar sayup isak tangis. Ku dekati suara itu yang tak lain adalah isak tangis sajadahku.

Ku tanya padanya, “Ada apa denganmu?!”

Dalam temaram ruangan, dia menjawab pelan sambil menyeka airmatanya. Jawabnya,Dulu sebelum kau mengisi kajian, kau sempatkan DUA RAKA’AT dengan harapan mendapat kelancaran. Tapi kini, kau lebih sibuk memikirkan presentasi, menghafal syair atau merangkai lelucon ringan sebagi persiapan.Dulu sebelum kau menulis novel atau kitab, kau sempatkan DUA RAKA’AT dengan harapan mengalirnya inspirasi yang dahsyat. Tapi kini, kau lebih sibuk merangkai retorika atau kata puitis melankolis, mengejar deadline atau hanya sekedar untuk mendapat keartisan sesaat.Dulu di saat Dhuha, kau sempatkan DUA RAKA’AT dengan harapan lancarnya segala urusan di hari itu. 

Tapi kini, kau belajar dan bekerja tak kenal waktu, seolah lupa DIA lah yang selama ini memberimu rizqi dan ilmu.Dulu di 1/3 malam, minimal, kau sempatkan DUA RAKA’AT dengan harapan bisa bermuhasabah dan memohon padaNya. Tapi kini, dengan alasan sudah penat dan kelelahan, kau panjangkan tidur tak sempat berduaan dengan-Nya.Dulu sebelum syuro’, kau sempatkan DUA RAKA’AT dengan harapan lancar dan tuntasnya agenda da’wah. Tapi kini, kau lebih memilih datang telat atau bahkan izin dengan alasan mengejar Ma’isyah atau mungkin Aisyah. (Astaghfirullah wa na’udzubillah)Apa kini kau lupa atau terlena?Kembalilah seperti dulu, pribadi yang islami yang tersibghoh (tercelup) warna Illahi. Berazzam membina generasi Rabbani, melestarikan budaya Qur’ani yang tak pernah membiarkan cahaya Da’wah ini mati terhempas urusan duniawi.


Aku Rindu Masa Itu. Aku Rindu Airmata Sujudmu. Aku Rindu Dua Raka’atmu!!!

Sumber : Era Muslim - Media Islam Rujukan.

Sunday, August 26, 2012

Ini Bukanlah Akhir !

Musibah yang menimpa Anda bukanlah akhir kehidupan Anda. Masih ada hari ini yang harus Anda jalani dan hari esok yang harus Anda hadapi. Tegarlah menghadapi kesulitan hidup, maka Anda akan mendapatkan kemenangan besar pada waktunya. Dan sadarilah bahwa segala sesuatu sudah ada dalam ketetapan-Nya di Lauh Mahfudz, maka ia akan menjadi obat paling manjur bagi setiap penderitaan Anda. Jadikanlah musibah ini sebagai cambuk Anda untuk menjadi sosok yang lebih baik.

"Hasbunalloh wa ni'mal wakiil.. Ni'mal maulaa wa ni'mannasiir"

Indahnya Doa Khatam


Doa Khatam merupakan salah satu doa yang sangat indah jika kita membacanya. Artinya sangat begitu Subhanalloh, tentang doa yang dibutuhkan oleh manusia untuk kehidupan dunia dan akhiratnya nanti. Doa Khatam terdapat pada setiap Al-Qur'an yang Insya Alloh selalu kita baca. Tidak ada salahnya jika selesai membaca Al-Qur'an, anda pun membaca Doa Khatam ini. Adapun arti dari Doa Khatam dibawah ini :

"Ya Alloh curahkanlah rahmat kepadaku dengan Al-Qur'an.dan jadikan Al-Qur'an sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk dan rahmat bagiku. Ya Alloh, ingatkanlah aku terhadap apa yang telah aku lupakan dari Al-Qur'an. Ajarilah aku apa-apa yang belum aku ketahui dari Al-Qur'an. Anugerahilah aku kemampuan untuk senantiasa membacanya sepanjang malam dan siang. Jadikanlah Al-Qur'an hujah bagiku (yang dapat menyelamatkanku) wahai Tuhan seru sekalian alam. Ya Alloh, benahilah (pengetahuan dan pengamalan) agamaku, yang akan menjadi penjaga urusanku. Benahilah duniaku, tempat aku mencari penghidupan. Baguskanlah (kehidupan) akhiratku, tempat aku kembali. Jadikanlah hidupku sebagai tempat untuk melaksanakan segala kebajikan dan jadikanlah matiku sebagai pemutus segala keburukan. Ya Alloh, jadikanlah sebaik-baik umurku (agar menjadi amal yang terbaik) diakhir usiaku. Hariku yang terbaik adalah hari disaat aku bertemu dengan-Mu (kelak). Ya Alloh, aku memohon hidup yang nyaman, mati yang tenang, dan tempat kembali (akhirat) yang tidak memalukan dan menghinakan. Ya Alloh, aku meminta permintaan yang terbaik, permohonan terbaik, keberhasilan terbaik, ilmu terbaik, amal terbaik, pahala terbaik, kehidupan terbaik, kematian terbaik, dan tetapkanlah aku dalam semua kebaikan itu. Beratkanlah timbangan (amal baikku), kukuhkanlah imanku, tinggikanlah derajatku, terimalah solatku, ampunilah kesalahan-kesalahanku, dan aku memohon surga yang paling tinggi kepada-Mu. Ya Alloh, pastikanlah aku memperoleh rahmat-Mu, meraih ampunan-Mu, terbebas dari segala dosa, mendapat manfaat dari segala kebaikan, meraup keuntungan berupa surga, dan terbebas dari siksa neraka. Ya Alloh, baguskanlah dari semua amal kami serta jauhkanlah kami dari hinanya dunia dan siksa akhirat. Ya Alloh, berilah kami rasa takut kepada-Mu yang akan menghalangi kami dari berbuat maksiat. Anugerahilah kami ketaatan kepada-Mu yang akan menghantarkan kami (memasuki) surga-Mu. Curahkanlah keyakinan sehingga meringankan musibah hidup yang menimpa kami. Limpahilah kami kepuasan dengan penglihatan, pendengaran, dan kesehatan selama Engkau menghidupkan kami, serta jadikanlah semua itu sebagai warisan bagi kami. Hadirkanlah seorang penuntut bagi siapa saja yang menzolimi kami. Tolonglah kami dalam menghadapi orang-orang yang memusuhi kami. Janganlah Engkau jadikan musibah dalam agama kami. Janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan utama kami dan tidak pula tujuan ilmu kami. Janganlah Engkau tempatkan kami dibawah kekuasaaan orang-orang yang tak menyayangi kami. Ya Alloh janganlah Engkau sisakan secuil dosa pun bagiku melainkan ampuni semuanya, janganlah Engkau tinggalkan sebersit keraguan bagiku melainkan Engkau hilangkan semuanya, janganlah Engkau tinggalkan sepersen utang pun bagiku melainkan Engkau lunasi semuanya, janganlah Engkau abaikan segala kebutuhan dunia dan akhiratku melainkan Engkau penuhi semuanya, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Ya Alloh, anugerahilah kepada kami kebaikan didunia dan akhirat, serta jagalah kami dari siksa api neraka. Semoga Alloh mencurahkan sholawat atas Nabi kita Muhammad saw, keluarganya dan para sahabatnya yang terpilih, serta salam yang berlimpah ruah." 

Amin Ya Robbal'alamiiinn... 

Saturday, August 25, 2012

Pandai Berhias Namun Tidak Tabarruj



Kecantikan adalah anugerah Alloh yang harus disyukuri. Setiap wanita sholehah harus percaya diri dan tidak boleh merasa dirinya tidak cantik. Karena setiap wanita mempunyai kecantikan dan daya tarik tersendiri. Ia juga harus meyakini bahwa ia diciptakan oleh Alloh dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Sesuai dengan firman Alloh SWT dalam Surat At-Tin : 4, yang artinya : "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."

Yang terpenting adalah bukan sekedar cantik, namun bagaimana mempertahankan kecantikan itu. Walaupun wajah biasa-biasa, namun jika dirawat akan memancarkan aura kecantikan tersendiri. Ibarat batu permata, kilauan cahayanya nampak setelah digosok.

Seorang wanita muslimah hendaknya tidak mengikuti trend kebanyakan wanita. Ia harus mengutamakan berhias untuk suaminya. Karena suaminyalah yang berhak atas diri dan jiwanya, bukan orang lain. Ia harus mampu tampil menawan dengan kesederhanaannya. Berhias untuk selain suami hanya akan membawa kedengkian orang dan buruk sangka, mendatangkan fitnah, serta memancing syahwat orang lain. 

Seorang istri sholehah diperbolehkan untuk menghias dirinya agar tetap tampil cantik, baik dihadapan suaminya ataupun didepan orang banyak. Namun dalam batas kewajaran dan tidak berlebih-lebihan. Yang tidak diperbolehkan adalah tabarruj, yakni berlebih-lebihan, pamer atau riya'. Tabarruj didasarkan pada sifat sombong dan membanggakan diri, merasa dirinya lebih dari pada orang lain. Sesuai dengan firman Alloh SWT dalam Surat Al-Ahzab : 33, yang artinya : "Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah solat, tunaikanlah zakat dan taatilah Alloh dan Rosul-Nya."

Ada kecantikan yang tak akan pernah pudar yaitu yang ada dalam qalbu. Kecantikan itu berupa ketaatan kepada Alloh, kesederhanaan, kelembutan dan pengorbanan.

- Semoga Alloh selalu memberikan kita petunjuk dan perlindungan-Nya. Amiinn-





Ungkapan Muadz bin Jabal ra.



  • Inilah yang senantiasa diajarkan oleh Mu'adz bin Jabal  radhiyallahu ‘anhu. kepada sahabatnya dengan ungkapannya yang  menyejukkan hati yaitu "Mari duduk sesaat untuk beriman"
  • Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu,berkata  “Tuntutlah ilmu (belajarlah Islam) karena mempelajarinya adalah suatu kebaikan untukmu. Mencari ilmu adalah suatu ibadah. Saling mengingatkan akan ilmu adalah tasbih. Membahas suatu ilmu adalah jihad. Mengajarkan ilmu pada orang yang tidak mengetahuinya adalah sedekah. Mencurahkan tenaga untuk belajar dari ahlinya adalah suatu qurbah (mendekatkan diri pada Allah).”

6 Hal yang paling.. Menurut Imam Al-Ghozali

" 6 Hal yang paling... " Menurut Imam Al-Ghozali didunia ini :

1. Yang paling dekat dengan manusai adalah kematian
     Janji Allah SWT bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati (Surah Ali-Imran : 185).

2. Yang paling jauh dari manusia adalah masa lalu
    Kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

3. Yang paling besar didunia ini adalah hawa nafsu
   “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah SWT) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah SWT), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah SWT). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.
(Surah Al A’raf : 179).

4. Yang paling berat didunia ini adalah memegang amanah
  “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”.(Surah Al-Azab : 72).

5. Yang paling ringan didunia ini adalah meninggalkan solat
    Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat.

6. Yang paling tajam didunia adalah lidah manusia
    Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.




Perkataan yang baik

Maka bangunlah surga dengan kedermawanan kata-kata yang baik dan lembut, pujian yang semerbak serta luapan cinta kasih. Karena kata-kata yang baik adalah mata air kehidupan bagi hati dan jiwa...


Ta'aruf atau Pacaran ...


Dikalangan tertentu pacaran tidak dikenal, pun mereka tahu tetapi cenderung menghindari karena menganggap gaya itu tidak lagi mutlak dilakukan pada masa pranikah. Selain dinilai tidak sesuai dengan norma agama -ini terbukti dari pengalaman sepanjang sejarah keberadaan manusia bahwa pacaran cenderung kelewat batas bahkan tidak sedikit yang amoral- juga berkembangnya pemikiran bahwa satu kesia-siaan saja berjalan bersama orang yang belum tentu 100 % menjadi pasangannya. Ya, bagaimana mungkin bisa meyakinkan bahwa orang yang saat ini berjalan bersamanya memiliki komitmen untuk tetap ‘setia’ sampai ke jenjang pernikahan, la wong sudah sekian tahun berpacaran ternyata wacananya hanya sebatas curhat-curhatan dan take n give yang tak berdasar, tidak meningkat pada satu tindakan gentle, menikah! Atau setidaknya mengajukan surat lamaran ke orangtua si gadis. Berbagai dalih dan argumentasi pun meluncur untuk mengkamuflasekan ketidakgentle-annya itu, yang kemudian semua orang pun tahu itu cuma lips service dari orang yang tidak benar-benar dewasa alias childish. Kedewasaan, ukurannya tidak terwakili hanya oleh umurnya yang diatas seperempat abad misalnya, tetapi juga pada sikap diri, attitude yang tertampilkan dalam kesehariannya. 

Dalam dunia pekerjaan, sikap dewasa dapat dilihat dari profesionalisme kerja, termasuk didalamnya kedisplinan. Dalam hubungan interelasi, bijaksana, proporsional dalam bersikap dan berbicara bisa jadi satu parameter kedewasaan. Nah yang menjadi masalahnya kemudian, tidak sedikit orang yang seharusnya bersikap dewasa justru memamerkan sifat kekanakkan saat berkesempatan bersama pasangannya, sikap yang dipraktekkan secara tidak proporsional dari ungkapan kasih sayang dan pengorbanan. Orang terlihat dewasa mungkin hanya dari fisiknya saja, namun sisi lainnya seringkali luput dari perhatian. Padahal kedewasaan jelas meliputi beberapa aspek yang sekiranya patut diperhatikan dalam memilih pasangan yang kelak dinominasikan untuk menjadi pasangan hidup. Dewasa secara fisik, dimana organ-organ reproduksi telah berfungsi secara optimal yang ditandai dengan produksi sperma yang baik pada pria dan produksi sel telur yang memadai pada wanita. Selain perkembangan sel-sel otot tubuh menandakan –sekaligus membedakan- pria dan wanita. Dewasa secara psikologis, yang ditandai dengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan konflik-konflik yang terjadi dalam kehidupan, serta mampu menjalani hubungan interdependensi. Ini penting untuk diperhatikan dalam rangka mencapai tujuan-tujuan bersama dalam pernikahan. Dewasa secara sosial-ekonomi ditampakkan dalam kemampuan seseorang untuk membiayai kebutuhan hidup yang layak sebagai suami-istri. Tentu hal ini terkait dengan adanya pekerjaan yang jelas serta penghasilan yang tetap, serta kesadaran akan meningkatnya biaya kehidupan dari waktu ke waktu seiring dengan bertambahnya anggota keluarga kelak. Berdasarkan aspek kedewasaan diatas, maka wajarlah jika disatu sisi justru ada orang yang enggan berpacaran. Seperti diuraikan sebelumnya, bahwa pacaran selain tidak diajarkan dalam agama Islam karena melanggar norma yang digariskan, juga dianggap ‘buang-buang waktu’, ‘wujud ketidakgentle-an’, ‘aktifitas sia-sia’ dan lain-lain. Namun sekedar diketahui, bahwa diluar itu ada sebagian yang memang benar-benar takut untuk mencintai, dicintai dan bahkan takut jatuh cinta. Dalam psikologi, orang-orang ini mungkin dianggap terkena sindrom fear of intimacy, satu kondisi yang disebabkan oleh ketakutan yang teramat sangat untuk menerima resiko kenyataan di kemudian hari. Seperti ditulis astaga.com, menurut psikolog Robert W Firestone dan Joyce Catlett, fear of intimacy ini adalah salah satu perwujudan dari pertahanan psikologis, yang lebih merupakan cermin dari pikiran dan sikap negatif atas hal-hal yang dilihat dan dipelajarinya waktu kecil. Maka kemudian, Islam mengenal ‘pacaran’ dalam kemasan yang berbeda. 

Ustadz Ihsan Arlansyah Tanjung, konsultan keluarga sakinah di situs eramuslim sering mengatakan bahwa pacaran akronim dari ‘pakai cara nikah’. Ya, Islam hanya mengajarkan bentuk-bentuk curahan kasih sayang dan cinta itu setelah melalui satu proses sakral yakni pernikahan. Sementara proses pranikah yang dilakukan untuk saling mengenal antara calon pria dan wanita biasa disebut proses ta’aruf (perkenalan). Yang penting dari ta’aruf adalah saling mengenal antara kedua belah pihak, saling memberitahu keadaan keluarga masing-masing, saling memberi tahu harapan dan prinsip hidup, saling mengungkapkan apa yang disukai dan tidak disukai, dan seterusnya. Kaidah-kaidah yang perlu dijaga dalam proses ini antar lain nondefensif, tidak bereaksi berlebihan pada feedback negatif, serta terbuka untuk mencoba pengalaman-pengalaman baru, Jujur, tidak curang, berbohong dan punya sense of integrity yang kuat, Menghormati batas-batas, prioritas dan tujuan calon pasangan yang menyangkut diri mereka maupun tidak, Pengertian, empati, dan tidak mengubah pasangannya sedemikian rupa serta tidak mengontrol, manipulatif, apalagi mengancam pasangan dalam bentuk apa pun. Dalam tahap ini anda dan dia bisa saling mengukur diri apakah cocok satu sama lain atau tidak. Masing-masing pihak masih harus sama-sama membuka options/kemungkinan batal atau jadi. Maka umumnya dilakukan tanpa terlebih dahulu melibatkan orangtua agar tidak menimbulkan kesan ‘harga jadi’ dan tidak ada lagi proses tawar menawar, sehingga jika pun gagal/batal tidak ada konsekuensi apa-apa. Karena jika sudah sampai menemui orangtua berarti secara samar maupun terang-terangan seorang pria sudah menunjukkan niat untuk memperistri si wanita. Yang perlu jadi ingatan, seringkali pasangan-pasangan itu terjebak dalam aktifitas pacaran yang terbungkus sampul ta’aruf. Apa namanya bukan pacaran kalau ada rutinitas kunjungan yang melegitimasi silaturahmi dengan embel-embel ‘ingin lebih kenal’. Jika sudah mantap atas pilihan masing-masing barulah kemudian melibatkan orang tua dalam proses selanjutnya, lamaran (khitbah). Untuk khitbah tak ada aturan yang kaku, yang penting dalam masa penjajagan keduanya berkenalan dan saling mengungkap apa yang disukai dan tidak disukai, saling mengungkap apa visi misi dalam pernikahan dan seterusnya. 

Tentunya khitbah harus tetap mengikuti aturan pergaulan Islami, tak berkhalwat, tak mengumbar pandangan, tak menimbulkan zina mata, hati (apalagi badan), tak membicarakan hal-hal yang termasuk kejahatan dan sebagainya. Yang perlu disadari, khitbah mirip jual beli, dalam masa tawar menawar bisa jadi, bisa juga batal. Pembatalannya harus tetap sopan menurut aturan Islami, tidak menyakiti hati dengan kata-kata yang kasar, tidak membicarakan aib yang sempat diketahui dalam khitbah kepada orang lain. Namun sebagaimana jual beli harus ada prinsip kedua belah pihak ridho. Khitbah baru bisa berlanjut ke pernikahan jika kedua pihak ridho, jika salah satu membatalkan proses tawar menawar maka pernikahan tak akan jadi. Kalaupun dibatalkan (meski mungkin menyakitkan), harus ada alasan yang kuat untuk salah satu pihak membatalkan rencana nikah yang sudah matang. Sebab Islam melarang ummatnya saling menyakiti tanpa alasan. Jadi jika ada yang ragu (dengan alasan yang benar) sebelum menikah, sebaiknya membatalkan sebelum terlanjur. Adapun jarak antara khitbah dan akad nikah, tidak ada aturan yang menjelaskan harus berapa lama, tentu dalam hal ini masing-masing pihak bisa mengukurnya sendiri. Satu hari bisa jadi sudah deadline bagi pria-wanita yang sudah sedemikian menggebunya hingga khawatir terjerumus kepada dosa zina. Namun jika bisa merasa ‘aman’ dengan menunda beberapa waktu tidak masalah. Jadi, jika segalanya sudah terencana dengan matang dan baik, seperti kata seorang bijak, jika berani menyelam ke dasar laut, mengapa terus bermain di kubangan, kalau siap berperang mengapa cuma bermimpi menjadi pahlawan … Wallahu a’lam bishshowaab (Abinya Hufha) 

 Sumber : eramuslim - Media Islam Rujukan